Saturday, November 15, 2008

Tips 8 : Malansia

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi dan Kesehatan

Petunjuk praktis tentang gizi buat anda yg merasa sbg manusia lanjut usia (malansia).

Sebagai bahan penyuluhan.

  • manusia lanjut usia (malansia) itu bagaikan �mobil tua�
  • onderdeel mobil tua sudah banyak yang aus. Larinya sudah tidak kencang lagi.
  • Demikian pula dengan malansia. Organ tubuhnya sudah banyak yang �aus�. Fungsinya mulai menurun atau suadah banyak menurun.
  • Kapan mulai memasuki masa lansia. Yang merasa lansia silahkan.
  • Malansia harus merasa (ngrumangsani) tidak muda lagi.
    1. kekuatan ototnya sudah berkurang
    2. fungsi pancainderanya (mata, pendengaran, pengecap, pembau, peraba) sudah berkurang. Meskipun ada beberapa individu merasa masih baik.
    3. Libidonya berkurang. Meskipun tidak sedikit yang merasa masih perkasa.
    4. Daya ingatnya berkurang sampai pikun berat. dll.
  • Malansia itu sudah terlanjur tua. Sudah �terlanjur� tua. Tidak bisa kembali muda. Hadapi saja apa adanya. Lalu bagaimana?
  • Dirawat saja sisa hidupnya sebaik mungkin. Dirawat supaya tidak cepat terlihat tua, loyo, pikun, dsb. Meskipun umur tidak bisa dihentikan atau dihambat, beru-saha agar fisik tetap segar dan bugar. Caranya? Berbagai cara harus ditempuh. Disini penulis akan menuntun kaum lansia menjada diri agar slalu dalam keadaan segar dan bugar �sehat bersama gizi�. Harus dimaklumi bahwa faktor gizi bukanlah satu-satunya yang bisa menjadikan seseorang menjadi sehat. Ada faktor lain yang non gizi bisa bekerjasama dengan faktor gizi membangun keadaan sehat lebih baik lagi. Seperti senam lansia, �menghindari� stress, dll.

1. Jaga BB sesuai IMT yang anda inginkan dalam kisaran 18.5 � 25.0 (kisaran DBN atau dalam batas normal). Menemukan nilai IMT yalah membangi BB (kg) dengan tinggi badan kwadrat (dalam meter). Contoh, bila BB anda 60 kg dan TB 165 cm atau = 1,65 m, maka IMT anda adalah 60 dibagi 1,65X1,65 = 60 dibagi 2,7225 = 22.0 dimana angka ini dalam kisaran DBN.

2. melakukan diit dengan baik. Diit bukanlah harus menjalankan pantangan.

3. Tidak mengkonsumsi makanan secara berlebihan

4. Tidak malas untuk makan karena tidak berselera atau sibuk sekali. Yang diberi makan bukanlah mulut. Tetapi seluruh organ tubuh agar tetap berfu-ngsi dengan baik. Tidak mau makan sama saja dengan menyiksa fisik diri. Kalau gemuk sih, tidak masalah. Sesekali lakukan puasa adalah baik.

  • Mengkonsumsi makanan seimbang yaitu mengkonsumsi makanan yang mengandung energi, protein, vitamin dan mineral dalam jumlah yang cu-kup sesuai berat badan dan aktifitas fisik.
  • Mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah.
  • Tidak terlalu banyak mengkonsumsi lemak hewani.
  • Lebih banyak minum air putih.
  • Seringlah kontrol/timbang BB. Bila BB bertambah berarti anda �terlalu� banyak mengkonsumsi makanan energik (nasi, roti, singkong, gula, dsb. Atau mungkin aktifitas fisik anda berkurang. Sebaliknya bila BB me ↓ .

Tips 7 : Ibu Hamil

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi dan Kesehatan.

Petunjuk praktis buat ibu-ibu hamil. Sebagai bahan penyuluhan.

Dokter anak sangat berkepentingan dengan ibu hamil.

  • kehamilan adalah adanya hasil pembuahan (konsepsi) di dalam rahim wanita sampai kelahiran bayinya.
  • Selama di dalam rahim ibu disebut janin
  • Sejak terjadinya konsepsi sampai menjelang lahir – janin mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan (Tumbuh Kembang/TK).
  • Enam bulan pertama berat badan (BB) janin hanya ± 1000 g (1 kg). Tiga bulan berikutnya menjelang lahir BB janin bertambah menjadi ± 3000 g (3 kg). Terjadi proses pertumbuhan yang luar biasa. Suatu pertumbuhan tercepat dari manusia.
  • Jangan disia-siakan masa 3 bulan terakhir kehamilan kalau tidak menginginkan bayi yang dilahirkan adalah kecil. Tidak berarti masa 6 bulan pertama tidak perlu mendapat perhatian.
  • Lalu bagaimana?

- calon ibu harus menjaga diitnya. Arti diit disini adalah = makanan

- Sejak kehamilan dinyatakan positif à mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah.

- diit harus cukup mengandung energi(E) (tenaga), protein(P), vitamin(vit) dan mineral(min). E, P, vit, dan min. sangat diperlukan untuk tumbuhnya janin. Janin tidak akan tumbuh baik bila tidak mendapat cukup makan-an yang berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh calon ibunya.

- Sumber E: masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan makanan pokok nasi beras. Tetapi tidak dilarang dengan makanan pokok yang lain. Misalnya nasi jagung, roti, ubi, sagu, dll. Yang penting pendampingnya lauk, (harus mengandung P, vit, dan min) harus cukup.

- Sumber P (sebagai pendamping): daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, tempe kedelai, tahu, daging ayam/unggas lain, telur, dan kacang-2an yang lain. Boleh pilih salah satu atau “salah” dua atau “salah” tiga atau “salah” semuanya alias dipilih semua. Dimasak sesuai selera.

- Dianjurkan minum susu penuh / susu segar (whole milk) sebagai sumber zat kapur (kalsium) untuk pertumbuhan tulang janin dan menjaga tulang calon ibu tidak keropos. Minum susu segar harap hati-hati. Bagi yang belum pernah minum susu segar, cobalah sedikit dulu, 1/5 – ¼ gelas, pagi (siang) dan sore selama 2 hari. Bila tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalkan mual / muntah / sakit perut / mencret à tambah jumlahnya pada keesokan harinya dan hari berikutnta ditambah secara bertahap sampai bisa menerima satu gelas sekali minum tanpa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

- Mengkonsumsi ikan teri laut tidak asin juga bisa sebagai sumber zat kapur (kalsium) bila saja calon ibu bisa menerima (tidak allergi).

- Sumber vitamin dan mineral: buah dan sayur. Segenggam sayur tiap hari. Tomat, wortel, daun bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, daun mlinjo (so), daun singkong, dll. Dikonsumsi berselang seling.

- Buah jeruk, jambu papaya, apel, peer, anggur, pisang, dll.

- Pastikan bahwa calon ibu cukup mengasup vitamin A, folat dan yodium setelah status hamil dinyatakan positif. Sumbernya pada kuning telur, hati, minyak sawit, minyak ikan, susu, wortel, sayur hijau (bayam, brokoli, kacang, dll.), ikan laut yang kecil (sebangsa teri), ganggang laut, garam beryodium. Vitamin A, folat dan yodium akan menjaga pertumbuhan dan perkembangan jaringan syaraf. Lebih dianjurkan mengkonsumsinya sebelum hamil.

  • Jangan disia-siakan masa 3 bulan terakhir kehamilan oleh karena kecukupan gizi mempengaruhi pertumbuhan otak janin yang akan menentukan kehidupannya di- kemudian hari (kelak).
  • Bila diit calon ibu kurang, maka janin ibu akan “makan” tubuh ibu sehingga ibu akan menjadi kurus.
  • Mengetahuinya jumlah asupan gizi cukup? Dibawah ini hanya ancar-ancar saja.
  • Konsultasi dengan dokter ahli kandungan akan lebih tenang.

- BB sebelum hamil harus diketahui. Sebaiknya BB ideal/normal à TIPS 6

- 3 bulan pertama BB bertambah dengan 2 – 3 kg.

- 3 bulan kedua BB bertambah lagi dengan 3 – 4 kg

- 3 bulan terakhir masa kehamilan, BB naik lagi dengan 4 – 5 kg.

- waspada bila kaki bengkak à cepat periksakan dan jangan ditunda!.

- Total pertambahan BB pada akhir kehamilan à 9 – 12 kg.

- Dianjurkan tidak kurang dari 9 kg.

- Dianjurkan periksa kehamilan secara rutin (bidan / dokter)

- Insya Allah akan dilahirkan bayi sehat dengan BB lahir normal

- Bagi bumil yang terlalu gemuk à konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Tips 6 : Dewasa

Petunjuk Praktis tentang gizi untuk anda yang merasa dewasa

Oleh: Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi dan Kesehatan

Bahan untuk penyuluhan.

  • Dewasa wanita : diatas 18 tahun
  • Dewasa pria: diatas 20 tahun
  • golongan ini sudah tidak ada pertumbuhan lineair (tidak bisa lebih tinggi lagi). Kecuali beberapa kasus tertentu.
  • Prinsipnya secara kualitatif (mutu) tidak banyak berbeda dengan golongan umur dibawahnya. Secara kuantitatif memang berbeda yaitu lebih banyak.
  • Golongan dewasa mempunya lebih banyak pilihan makanan yang dikonsumsi, lebih beragam dalam bentuk dan rasa.
  • Golongan dewasa dianggap sudah mempunyai pekerjaan, mungkin pekerjaan tetap, mungkin tidak tetap, mungkin sebagai “penganggur”.
  • Untuk mendapat perhatian à bagaimana menjaga kesehatan bersama gizi. Gampang-gampang sulit.
  • Harus dimaklumi bahwa makanan itu adalah sahabat yang saaangat baik. Tetapi juga sahabat yang tidak baik sampai saaangat tidak baik.
  • Makanan bisa dijadikan sebagai sahabat baik bila diri kita memperlakukannya dengan baik. Sebaliknya bila kita memperlakukannya secara tidak baik maka diri kita akan celaka dengan manifestasi gangguan kesehatan. Atau mungkin dengan kata lain : makanan itu bisa menjadikan seseorang menjadi sehat. Tetapi bisa juga menjadikan seseorang menjadi sakit tergantung dari bagaimana kita memperlaku-kan makanan itu.
  • Yang perlu dimaklumi pula : jangan mengkonsumsi makanan secara berlebihan tanpa kontrol. Tetapi jangan pula anda malas makan karena tidak ada selera makan. Terlebih bila fisik anda kurus. Yang diberi makan itu bukanlah mulut. Tetapi seluruh organ tubuh anda agar tetap baik (eksis) dan berfungsi baik pula. Mulut hanyalah sarana untuk memasukkan makanan saja.
  • Lalu bagaimana?
  • Mengkonsumsilah makanan seimbang, yaitu mengkonsumsi makanan/diit yang mengandung energi(E), protein(P), vitamin(vit) dan mineral(min) dalam jumlah cukup sesuai berat badan(BB) dan aktifitas fisik(AF).
  • Tidak perlu pusing menghitung berapa banyak E dan P harus dikonsumsi.
  • Bagaimana? Hitung IMT (indeks massa tubuh)_ anda. Kemudian usahakan IMT anda berada pada kisaran 18.5 – 25.0. Tidak lebih dari 25.0 dan tidak kurang dari 18.5. Tentukan sendiri sebaiknya IMT anda berapa menurut anda paling cocok. IMT yang membuat diri anda bisa bergerak paling nyaman. Bila sudah menemu-kan IMT paling cocok maka pertahankan BB anda sesuai IMT yang paling cocok buat anda dengan melakukan diit dengan baik. Bila saja anda bisa mengkonsumsi segala macam makanan, bersyukurlah, anda tidak harus pantang makanan tetentu. Anda hanya membatasi jumlah makanan yang anda konsumsi. Dengan kata lain mengkonsumsi makanan tidak kurang dan tidak berlebihan. Cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) sbb.: Rumus IMT adalah:

BB (kg)

IMT = -------------------------------- = kg/meter persegi

TB (meter)kwadrat

Interpretasi:

1. kurang dari 18.5 termasuk keadaan gizi kurang (kurang gizi?)

2. antara 18.5 – <>

3. antara 25.0 - <>

4. antara 30.0 - <>

5. lebih dari 40.0 termasuk kegemukan (overweight/obesitas) tingkat 3

Sumber: Report of WHO Expert Committee, “Physical Status: the Use and Interpretetion of Anthropometry”, Geneve 1995.

  • interpretasi nilai IMT berbeda di setiap negara
  • Dianjurkan menentukan BB dalam kisaran “dbn” yang dianggap / dirasa “enak” (convenient). Yaitu BB yang dirasa tidak memberi halangan dalam beraktifitas.
  • Kisaran “dbn’ adalah antara 18.5 sampai 25.0
  • Bila telah menemukan BB yg diinginkan à pertahankan dengan diit secara baik
  • Bila IMT lebih 25.0 à waspada saja. Demikian juga bila nilai IMT kurang 18.5
  • Kegemukan / kekurusan akan menemui banyak masalah kesehatan saat kini maupun dikemudian hari.
  • Diit sederhana tetapi cukup baik nilai gizinya. Untuk AF normal.

- nasi secukupnya. 600 g nasi/hari (± 3 piring). Kalau dirasa kurang, boleh tambah. Atau merasa terlalu banyak ya kurangi saja.

- lauk: 150 g tempe / hari. Sebutir telur ayam /hari

- sayur kuah, lotek, gado-gado, lalaban sayur. Buah kalau tersedia

- Masakan tentunya mengandung lemak/minyak dan gula. Minum + gula sebagai sumber energi.

- Tidak terlalu berlebihan mengkonsumsi lemak. Terutama lemak hewani.

- Lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah karena banyak mengandung antioksidan untuk menghalau berbagai penyakit.

- Selain tsb. mungki ada masukan/konsumsi makanan lain.

  • Timbang BB untuk menilai apakah makanan yang anda konsumsi cukup atau kurang atau berlebihan.
  • komposisi tsb diatas bisa dirubah sesuai selera dengan memperhatikan BB.
  • Bilamana AF bertambah, porsi makanan harus di tambah.
  • Untuk menaikkan BB à banyak makan. Frekuensi ditambah.
  • Sumber P: daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging, telur, ayam/unggas lainnya, tempe, tahu, susu, golongan kacang-an yang lain.
  • Bila BB menurun , berarti porsi harus ditambah dan sebaliknya
  • Mengasuplah makanan seimbang, makanan seimbang, makanan seimbang untuk menjaga stamina (kemampuan tubuh melakukan aktifitas). Tidak mudah loyo.

Tips 5 : Remaja, Petunjuk Praktis tentang Makanan buat Ibu-ibu yang Memiliki Putra-Putri Usia Remaja

Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.

Sebagai bahan penyuluhan

Bila tidak ingin posturnya PENDEK dikemudian hari, ikutilah saran dibawah ini:

Berilah kesempatan banyak makan kepada:

- anak perempuan khususnya pada usia 10 – 12 tahun

- anak laki-laki khususnya pada usia 12 – 14 tahun

- masa tersebut adalah “Masa Tumbuh Cepat” (MTC)

Perlu disosialisasikan secara luas (KAMPANYE MTC) kepada masyarakat agar bangsa Indonesia mempunyai postur lebih tinggi daripada sekarang (2008) sehingga atleet kita mempunyai daya saing yang lebih baik. Setelah umur 20 tahun MTC tidak datang lagi.

Usia remaja dini: 8 – 13 tahun (perempuan). 10 – 15 tahun (laki-laki)

Usia remaja lanjut: 13 – 18 tahun (perempuan dan 15 – 20 tahun (laki-laki)

Usia pra remaja: 6 – 10 tahun

  1. pada usia remaja masih terjadi proses pertumbuhan fisik disamping perkembangan..
  2. Diatas usia tsb. pertumbuhan lineair (tinggi badan) tidak terjadi lagi. Kecuali pada kasus-kasus tertentu karena pengaruh faktor lain.
  3. Anak remaja banyak melakukan kegiatan fisik à harus lebih banyak makan.
  4. Harus selalu mengkonsumsi makanan seimbang. Yaitu mengkonsumsi makanan yg mengandung energi(E), protein(P), vitamin(vit) dan mineral(min) dalam jumlah yang cukup sesuai umur, berat badan(BB) dan aktifitas fisik(AF )nya.
  5. Mengetahuinya makanan yang diasup adalah seimbang yaitu bila BB bertambah sesuai umur. Makin tambah umur harus makin tambah BBnya.
  6. MTC jangan disia-siakan. Pada MTC memerlukan lebih banyak makanan yang harus dikonsumsi. Bila pada MTC tidak mendapat perhatian asupan gizinya jangan diharap pertumbuhan remaja ibu akan baik. Ibu harus tanggap pada usia- usia tsb. disuruh banyak makan. .
  7. Asupan makanan seimbang penting untuk mempertahankan keberadaan (eksistensi) dan fungsi organ-organ tubuh selalu baik Sisamping itu agar pertumbuhan seksual sekunder berlansung dengan baik sebagai bekal me-masuki pasutri. Agar generasi yang diturunkan kelak mempunyai kualitas yg baik.
  8. Sumber E, boleh pilih mana yang disuka: nasi beras, nasi jagung, roti tawar, singkong, ketela rambat, sagu, dll. Tidak harus nasi. Semua jenis makanan tsb. akan diserap oleh dalam bentuk yang sama. Dimasak sesuai selera.
  9. Sumber P : boleh pilih salah satu atau “salah” dua atau “salah” tiga atau “salah” semuanya alias semua dipilih: daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas yang lain, tempe kedelai, tahu, telur, susu. Silahkan ibu memasak yang sedaaap sesuai selera anak.
  10. Biasakan makan pagi untuk menunjang aktifitas fisik dan kemampuan berfikir.
  11. Timbang BB setiap bulan. Bila BB menaik berarti asupan makanannya cukup dan
  12. sebaliknya. BB dan TB bisa dilihat pada tabel.
  13. Ibu harus selalu mengingatkan untuk tidak lupa makan bagaimanapun sibuknya.
  14. Menjelang menikah usahakan memiliki BB ideal atau normal, demi janin yang dikandung, nanti. Insya Allah.
  15. Sumber Vit-Min: buah dan sayuran. Vit-Min saaangat penting untuk memacu proses pertumbuhan. Kekurangan vit dan/min. akan menyebabkan lesu, kurang bergairah, nafsu makan berkurang. Mineral antara lain:

o zat kapur. Penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Sumbernya: susu, tulang ikan kecil, tulang muda, tempe, sayur, dll.

o zat besi penting untuk mencegah terjadinya keadaan kurang darah (anemia). Kurang darah akan menyebabkan rasa lesu, kurang konsentrasi belajar, jantung berdebar-2.

o Bagi remaja perempuan, kebutuhan zat besi lebih banyak berkaitan dengan siklus menstruasi(M)nya. Perlu menjaga status kadar hemoglobin(Hb)nya. Sebaiknya kadar Hb tidak kurang dari 12 g%.

o Terdapat dalam hati sapi/ayam, tempe, sayuran. Setelah makan jangan minum teh. Sebaiknya minum juice jeruk asli. Bisa minum “pil besi”. Banyak di Puskesmas.

o Zat gizi fluor menjaga gigi tidak mudah berlubang (karies). Banyak terdapat dalam sayuran..

o Zat gizi yodium menjaga proses pertumbuhan berlangsung dengan baik. Makanan sumber yodium: garam beryodium, ikan laut kecil (sebangsa teri), rumput / gang-gang laut.

  1. Sebelum hamil mengasup makanan yang mengandung Vitamin A, folat dan yodium. Terdapat dalam kuning telur, hati ayam/sapi, minyak ikan, susu/hasil olahnya, bayam, brokoli, kacang, garam beryodium, ikan laut yang kecil (sebangsa teri), rumput laut/ganggang agar janin bias tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena zat-zat gizi tersebut saaangat diperlukan untuk partum-buhan janin pada awal kehamilan.
  2. Kesimpulannya adalah bahwa manusia membutuhkan semua zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, untuk mempertahankan keberadaan (eksist-ensi) dan fungsi organ-organ tubuh. Tidak ada zat gizi yang tidak penting.
  3. Beri pengertian tentang pentingnya makanan untuk kesehatan. Beri motivasi dgn kasih sayang. Jangan malas makan yang nantinya akan merugikan kesehatan. Yang diberi makan bukanlah “mulut”, tapi seluruh organ tubuh mulai dari rambut sampai ujung jari kaki. Sebaliknya jangan terlalu memanjakan “mulut” sehingga makan menjadi tidak terkontrol yang akan berakhir dengan kegemukan.

Thursday, October 30, 2008

Tips 4 : Anak Usia Sekolah

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.


Petunjuk praktis tentang gizi buat ibu-ibu yang memiliki putra-putri usia sekolah (US)

Sebagai bahan penyuluhan.

Hal-hal penting yang perlu mendapat perhatian dari orantua (ortu) anak.

  1. Agar tidak memiliki postur PENDEK dikemudian hari, ikuti saran dibawah ini:

Berikan kesempatan lebih banyak makan pada umur-umur:

- 10 – 12 tahun untuk anak perempuan à masa tumbuh cepat (MTC)

- 12 – 14 tahun untuk anak laki-laki à MTC

  1. Perlu disosialisasikan secara luas (KAMPANYE MTC) kepada masyarakat agar bangsa Indonesia punya postur badan yang lebih tinggi daripada sekarang (2008). Sehingga athleet kita mempunyai daya saing lebih baik dalam event olah raga.
  2. Setelah umur 20 tahun, MTC tidak datang lagi.
  3. anak usia sekolah, 6-20 tahun adalah masa anak bertumbuh dan berkembang.
  4. Anak US lebih banyak lagi melakukan aktifitas fisik (AF) & mental (bermain, olah raga, belajar, dll.) akan memerlukan makanan yang mengandung lebih banyak E, P, Vit-Min dan seimbang. Artinya harus mengkonsumsi makanan yang mengandung E, P, Vit-Min dalam jumlah yang cukup sesuai umur, BB dan AFnya untuk menunjang tumbuh kembang (TK)nya.
  5. Pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan makanan/diit anak bawah lima tahun (balita). Berbeda dalam jumlah, ragam makanan dan bentuknya/ konsistensinya.
  6. Masa usia 10-12 tahun bagi anak perempuan adalah Masa Tumbuh Cepat (MTC). Harus mengasup lebih banyak makanan dari biasanya. MTC pada anak laki-laki terjadi pada usia 12 – 14 tahun.
  7. Jangan disia-siakan masa tsb. kalau tidak ingin postur pendek. Ortu harus tanggap. Pada usia tsb. ortu harus memberi kesempatan kepada putra-putrinya untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan seimbang.
  8. Bila saja semua ortu tanggap, orang Indonesia dikemudian hari akan memiliki TB (posture) lebih tinggi daripada sekarang (2008) dan akan bersaing dalam mencapai prestasi olah raga.
  9. Pada MTC harus banyak makan, terutama asupan P dan E.
  10. Asupan zat gizi protein mempengaruhi TB seseorang. Asupan E terhadap BB. Keduanya harus seimbang. Tidak bisa salah satu saja yang tercukupi.
  11. jangan dibiarkan lupa makan karena asyik bermain/terutama olah raga yang mem-butuhkan banyak E. Sering terjadi pada anak US.
  12. Beri pengertian (motivasi) dgn kasih sayang tentang pentingnya makanan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Bila ingin cepat menjadi besar harus banyak makan. Tidak dibentak untuk makan.
  13. Sebelum berangkat sekolah harus makan dan minum satu gelas susu/sebutir telur ayam kampung.
  14. Bila sekolah berakhir jam 13.00 bekali saja roti untuk dimakan pada jam 11.00.
  15. Timbang berat badan (BB)nya tiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan anak.
  16. Usia (6 thn ± 20 kg.), (7 thn ± 22 kg.), (8 thn ± 25 kg.), (9 th. ± 28 kg.), (10 th. ± 31 kg.), (11 th ± 35 kg), (12 th ± 40 kg), (13 th ± 45 kg), (14 th ± 50 kg), (15 th ± 56 kg u/ laki-laki dan ± 53 kg u/ perempuan), (16 th ± 62 kg u/ laki-laki dan ± 56 kg u/ perempuan), (17 th ± 66 kg u/ laki-laki dan ± 56 kg u/ perempuan), (18 th ± 68 kg u/ laki-laki dan ± 56 kg u/ perempuan).
  17. BB tsb hanya sebagai patokan saja. Sumber WHO-NCHS 1983.
  18. Dianjurkan makan sebutir telur kampung tiap hari (bila tidak allergi) dan minum satu gelas susu, pagi dan sore. Lebih juga boleh asal tidak berlebihan.
  19. Jangan dilihat dari mau atau tidak mau/sulit makan. Tetapi timbang BBnya. Naik / tidak? Bila naik ya tak ada masalah. Bila tidak naik, ya memang betul sulit makan Bila sulit makan à lihat TIPS SULIT MAKAN.
  20. Sumber E : nasi beras, nasi jagung, roti tawar, singkong, ketela rambat, sagu, mana yang disukai sebagai makanan pokok. Makanan pokok tidak harus nasi.
  21. Sumber P : daging binatang kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya, tempe/tahu, telur, susu, dll. Mana yang disukai sesuaikan dengan selera anak.
  22. Harus selalu mendapat diit seimbang (diit yang mengandung E, P, Vitamin (vit) dan mineral(min) dalam jumlah yang cukup sesuai umur, berat BB dan AFnya. Arti diit = makanan = gizi.
  23. Sumber vit-min adalah sayuran dan buah. Vit-min berfungsi memacu proses pertumbuhan dan belajar. Kekurangan vit-min tubuh akan lesu, mudah lelah, malas. Manusia membutuhkan vit-min. sepanjang hidupnya.
  24. Termasuk mineral adalah:
    1. zat kapur penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi
    2. zat besi agar tidak menderita kurang darah (anemia). Anemia menyebabkan anak lesu, kurang bergairah, kurang konsentrasi belajar, jantung berdebar-debar, dsb. Ada jenis anemi lain yang bukan karena kekurangan zat besi.
    3. Zat yodium yang saaangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
    4. Zat fluor untuk menjaga gigi tidak mudah kropos dan kekuatan tulang.
    5. Masih banyak lagi jenis mineral lain yang diperlukan untuk menunjang proses pertumbuhan anak.
  25. umumnya masyarakat hanya mengenal vitamin saja. Vitamin dan mineral sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan anak.
  26. Faktor Gizi bukanlah satu-satunya yang bisa membuat keadaan sehat. Faktor lingkungan, pola makan dan pola makanan, kebiasaan, gaya hidup, dsb. juga mempunyai andil pengaruh terhadap kesehatan.

Tips 3 : Balita (Anak Usia 3-5)

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.


Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang memiliki putra usia 3-5 tahun

Sebagai bahan penyuluhan.

  1. sudah mulai lebih banyak melakukan aktifitas fisik(AF) (lari-lari kesana kemari)
  2. Makin banyak berAF harus makin banyak mengasup makanan
  3. Kecukupan asupan makanan bisa dilihat dari kenaikan BBnya.
  4. Yang penting: “harus mengasup makanan yang seimbang”. Yaitu makanan yang mengandung energi(E), protein(P), vitamin(vit) dan mineral(min) dalam jumlah cukup sesuai umur, berat badan (BB) dan AFnya.
  5. Timbang BBnya setiap bulan. Bila BB bertambah à bagus. Bila tidak bertambah/ bahkan menurun maka si ibu harus memberi lebih banyak perhatian kepadanya. Dicari penyebabnya. Penyebabnya bisa karena:
    1. jumlah makanan yang diasup memang kurang cukup.
    2. jumlah makanan yang diasup sebetulnya cukup sesuai dengan umur dan BBnya. Tetapi mungkin AFnya bertambah. Sehingga porsi E yang seharusnya digunakan untuk membantu proses pertumbuhannya, tapi digunakan sebagian untuk AFnya. Kadang seluruh porsi E untuk pertumbuhannya digunakan untuk AFnya yang berlebihan. Bila AFnya sangat berlebihan maka penurunan BB pun terjadi. Terlebih bila asupan makanannya kurang.
    3. Anak sulit makan à baca hal “Anak sulit makan” di bagian lain.
  6. Makanan yang menghasilkan E disebut makanan energik. Lihat sumber E dibawah.
  7. Lauk pauk bisa daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/ unggas lainnya, ikan, tempe, tahu, telur sebagai sumber protein. Dimasak yang enak sesuai selera anak.
  8. Dianjurkan setiap hari mengkonsumsi sebutir telur ayam kampung (bila saja tidak ada alergi telur). Ditambah minum susu 2 gelas sehari, pagi dan sore. Bila alergi telur bisa alternatif lain.
  9. Pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan diit bayi. Berbeda dalam jumlah, macamnya dan bentuknya (konsistensinya).
  10. Sumber E : sebagai makanan pokoknya bisa nasi beras/nasi jagung, roti, mie, kentang, ubi singkong, ubi ketela rambat. Sebagai makanan pokok.
  11. Sumber protein : daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya, tempe kedelai, ikan laut/air tawar, telur, susu.
  12. Dianjurkan mengkonsumsi telur ayam kampung minimal sebutir dan 2 gelas susu setiap hari agar menjadi anak/orang cerdas dan pintar dikemudian hari.
  13. Biasakan mengkonsumsi sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral
  14. Timbang BBnya setiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan anak.
  15. Makin tambah umur harus makin tambah BB. Asal tidak berlebihan.
  16. Waspada terhadap tanda kegemukan. Anak kegemukan akan banyak menemui masalah/risiko. Indikatornya : BB tidak lebih dari 120% dari BB standard. Misalkan, pada anak umur 5 tahun BB standard/normal adalah 18 kg, 120% nya = 18 + 3.6 = 21.6 kg. Tentu saja tidak harus tepat 21.6 kg. Pakailah sebagai patokan 22 kg. Tidak ada larangan anak umur 5 tahun dengan BB lebih besar dari 22 kg Pengalaman penulis, untuk menurunkan BB anak balita yang terlanjur kege-mukan, agak kesulitan. Meskipun ada beberapa yang berhasil karena anak bisa menerima motivasi dan kooperatif atau dengan cara khusus.
  17. Bila keadaan anak balita kurus à tambah frekuensi makan-nya. Waspadai bila BB kurang dari 90% standard. Yang biasanya 3 X sehari menjadi 4-5X. Ibu harus lebih banyak memberi perhatian kepada putra-putri ibu.
  18. Umur 2 th. ± 12 kg. Umur 3 th. ± 14 kg. Umur 4 th. ± 16 kg. Umur 5 th. ± 18 kg. Setiap tahunnya BB bertambah dengan 2 kg sampai umur 8 tahun. Lihat tabel.
  19. Kadang dijumpai seorang anak dengan BB sesuai umurnya. Tetapi terlihat kurus. Nggak usah khawatir. Sebab tinggi badan(TB)nya lebih tinggi menurut umurnya. Atau sebaliknya, BB sesuai umur tapi terlihat pendek dan gemuk. Ini disebabkan karena TBnya lebih rendah menurut umurnya. Mungkin ada faktor keturunan.
  20. Bila ibu menemui masalah putra ibu sulit makan à baca TIPS ANAK SULIT MAKAN.

Friday, October 24, 2008

Tips 2 : Bayi Usia 1-2 Tahun

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.

Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang mepunyai bayi umur 1-2 tahun.
Sebagai bahan penyuluhan.

  • Disebut juga bayi lanjut, 12 – 24 bulan.
  • Bila ibu masih senang / enjoy menyusui, lanjutkan saja sampai umur 2 tahun.
  • Bila sudah mendapatkan/diberi susu formula (SF), lanjutkan dengan jumlah yang makin bertambah sesuai umur dan kemampuan anak menerima SF.
  • Dibiasakan mengkonsumsi sayuran dan buah. Supaya ibu tidak mengeluh dikemudian hari mengapa susah/tidak suka makan sayur. Ibu harus memperhati-kan selera anak terhadap rasa masakan sayuran.
  • Sesudah makan/minum susu, beri air jeruk. Jangan diberi minum teh.
  • Makin tambah umur harus makin tambah berat badan (BB)
  • Umur 1 tahun 9 – 10 kg. Umur 2 tahun ± 12 kg.
  • Dalam prinsipnya tidak banyak berbeda dengan makanan & minuman bayi awal.
  • Berbeda dalam jumlah dan macam/bentuk/konsistensinya
  • Semua individu mulai dari bayi sampai malansia (manusia lanjut usia) harus mengkonsumsi gizi/makanan seimbang. Artinya harus mengkonsumsi energi (E), protein (P), vitamin (vit), mineral (min) dan air dalam jumlah yang cukup sesuai umur, berat badan (BB) dan aktifitas fisik(AF)nya
  • Anak adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang (TK). Ia harus mendapat asupan E, P dalam jumlah yang relatif lebih besar dari pada kebutuhan orang dewasa. Artinya kebutuhan E anak umur 1 tahun adalah ± 100 Kalori/kgBB/hari. Sedang pada orang dewasa antara 30-40 Kalori/kgBB/hari. Tetapi kebutuhan absolutnya tentu saja lebih besar pada orang dewasa karena mempunyai BB yang lebih berat daripada bayi..
  • Ibu tidak perlu pusing-pusing menghitung kebutuhan E anak. Timbang saja BBnya. Bila BBnya bertambah berarti cukup mendapat E. Bila BBnya tidak bertambah berarti kurang mendapat E. Porsi makanannya harus ditambah.
    Kecukupan protein? Beri saja minimal sebutir telur ayam kampong sehari dan minimal 2 gela susu sehari. Lebih juga boleh asal tidak berlebihan.
  • E akan memberi pengaruh terhadap BB. Sedang P memberi pengaruh terhadap panjang (PB)/tinggi badan (TB). Sedang Vit-Min, pengaruhnya terhadap proses pertumbuhannya. Kekurangan Vit-Min akan menghambat proses TK anak.
  • Bila ibu ingin menambah BB putra ibu, ya kebutuhan E dan P harus tercukupi.
  • Bila ibu ingin pertumbuhan TB baik sesuai umur à asupan protein harus tercukupi sesuai umurnya. Sumber protein: daging hewani berkaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya , tempe/tahu, telur, susu, ikan.
  • Bila anak menjadi kurus karena sulit makan, adalah tanggungjawab orangtuanya (ortu) atau pengasuhnya. Cari penyebabnya (baca TIPS “sulit makan pada anak”). Cari selera anak dan cobalah dengan sabar (tlaten) menyuapkan makanan. Anak belumlah mengerti (belum mempunyai pengalaman). Yang harus mengerti adalah ortu (ibu)/pengasuhnya. Ya, toh. Kecuali bila menderita penyakit tertentu. Coba saja diberi dahulu vit-min. Mungkin putra ibu kekurangan viy-min.
  • Jangan melihat mau atau sulit makan. Tetapi perhatikan BBnya, naik atau tidak
  • Kelihatannya sulit makan. Bila BBnya naik à tidak masalah.
  • Anak kurus frekuensi makanmya harus ditambah. Yang tadinya makan 3X sehari, menjadi 4-5X sehari hingga BBnya bertambah. Ibu harus tlaten menyuap dan jangan mengeluh. Satu butir telur ayam kampung (bila tidak allergi) dan 2 gelas susu setiap hari. Timbang BB anak setiap bulan.
  • Makanan pokok tidak harus nasi. Bisa roti, kentang, singkong, dsb. Minuman susu tetap diberikan.


Tuesday, October 21, 2008

Tips 1 : Bayi dan ASI

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi dan Tumbuh Kembang Anak.

Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan
Sebagai materi penyuluhan.
Masa bayi awal: 0 – 12 bulan (0 - 1 tahun)

0. Sebaiknya diberi ASI (Air Susu Ibu).

1. ASI adalah makanan dan minuman paaaling baik untuk bayi.

2. Manfaat ASI

Buat si bayi:

  • Mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi u/ tumbuh kembang (TK)nya
  • Zat gizi u/ TK otaknya ada semuanya dalam ASI.
  • Selalu bersih.
  • Mencegah mencret. Karena mendapat susu jolong (kolostrum). Karena itu susukan segera setelah lahir dan dibersihkan (30 – 60 menit setelah lahir).
  • Bayi merasakan tenang dalam kehangatan dekapan ibu.

Buat si ibu:

  • Praktis. Bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu membersihkan / menyiapkan alat-alat u/ membuat susu botol. Tidak perlu memasak air.
  • Ekonomis. Ibu tidak perlu mengeluarkan uang u/ membeli susu formula (SF) yang harganya makin melambung. Biaya u/ “memproduksi” ASI jauh lebih kecil dari pada u/ membeli SF.
  • Menjadikan si ibu makin sayang kepada bayinya.
  • Menyusukan bayi segera setelah lahir akan mencegah perdarahan.

4. Bayi segera susukan setelah lahir dan dibersihkan, agar bayi mendapatkan susu jolong (kolostrum) yang sangat bermanfaat untuk mencegah bayi mencret.

4. Susu jolong adalah ASI yang keluar dalam beberapa hari pertama.

5. Beri ASI saja (eksklusif) sampai umur 4-6 bulan

6. Berikan ASI minimal 6 bulan (sangat dianjurkan). Dianjurkan sampai bayi umur 12 bulan. Setelah itu terserah ibu. Bila saja ibu masih mampu memberikan ASI dan masih menginginkan dan enjoy, teruskan saja sampai bayi umur 24 bulan.

7. Susu botol bisa diberikan bila terpaksa sekali ibu tidak mampu memberikan ASI atau jumlah ASI sangat kurang. Atau ibu terpaksa meninggalkan bayi untuk bekerja. Bila di tempat ibu bekerja ada tempat penitipan bayi, bayi bisa dibawa dan dititipkan dan memberikan ASI pada waktunya. Tetapi sangat riskan (risiko).

8. Bila terpaksa bayi minum susu botol harus hati-hati dalam mempersiapkan susu botol. Jaga kebersihannya. Pada permulaan berikan sedikit demi sedikit dan di-tambah secara bertahap.

9. Timbang berat badan (BB) setiap bulan agar ibu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tambah umur harus tambah BB.

10. Bila BB terlihat tidak naik tambahkan SF yang tehnisnya seperti no.8.

11. Sejak lahir sampai dengan umur 3 tahun adalah masa “emas”. Karena masa pertumbuhan otak. Memerlukan asupan gizi seimbang dan baik. Semua zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan otaknya ada di dalam ASI. Air Susu Ibu akan sangat mendukung perkembangan otak bayi.

12. Umur 4-5 bulan BB ± 6 kg. Pada umur 1 tahun 9-10 kg.

13. Bila sudah ada tanda-tanda BB naik lamban à tanda ASI tidak cukup memberi pertumbuhan dengan baik à beri makanan tambahan (MT).

14. Biasanya setelah BB bayi sudah mencapai 5 kg, (± umur 4 balan) ASI saja sudah tidak mencukupi untuk tumbuh kembang (TK) bayi. Sedang bayi akan tumbuh terus. Tidak sedikit ibu yang mampu memberikan ASI saja sampai 6 bulan.,bahkan lebih.

15. Mengapa ASI tidak lagi mencukupi setelah bayi umur 4 bulan dengan BB 5 kg? Secara teoritis: seorang ibu bisa memproduksi ASI sebanyak ± 850 mL per hari. Kandungan energi (E) tiap 100 mL ASI adalah ± 65 kkal yang berarti dalam 850 mL ASI terkandung E sebesar 65 X 8.5 = ± 550 kkal. Kebutuhan E untuk bayi adalah 110 kkal/kg.BB. Berarti juga 550 kkal hanya cukup untuk BB 5 kg. Bahkan banyak bayi umur 4 bulan mempunyai BB lebih dari 5 kg. Kenyataannya banyak ibu yang memberikan SF sebelum bayi umur 4 bulan.

16. Upaya memperbanyak dan memperlancar keluarnya ASI, ikutilah saran berikut:

  • Bayi sering disusukan dengan penuh kasih sayang.
  • Ibu tidak boleh stress (susah / cemas / takut, dsb). Harus gembira.
  • Makanan ibu harus dijaga. Banyak makan, sebutir telur dan 3 potong tempe kedelai, tiap hari. Bila bosan bisa diseling daging hewan kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lain/ikan/tahu. Makan sayuran & buah
  • Tak kalah pentingnya adalah dukungan suami. Suami harus tahu diri, ya. Membantu sang isteri merawat bayi, dengan tulus hati, tidak nggrundel (ngedumel). Hal ini akan saaangat membantu kelancaran keluarnya ASI.

17. MT bisa berupa susu formula (SF) atau bubur saring (BBS) / bubur susu (BBSS).

18. BBSS lebih baik dari pada BBS.

19. Cara membuat BBS: satu sendok makan (sdm) tepung beras atau tepung maizena + gula (pasir/jawa) + air secukupnya dimasak. Berikan dalam keadaan hangat-hangat. Tehnis memberikannya : berikan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan ditambah bertahap (starts low go slow). Maksudnya : pertama kali suapkan 1-2 sendok teh (sdt) saja, 3X sehari. Bila tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya mencret, muntah atau rewel à hari berikutnya berikan 3 X 3-4 sdt. Seterusnya ditambah bertahap sampai bayi bisa menerima 1 porsi sekali makan. Demikian juga bila memulai dengan SF (susu botol). Starts low go slow.

20. Cara membuat BBSS: sama seperti membuat BBS. Hanya ditambahkan SF. Dipasaran banyak beredar BBSS instan. Perhatikan tanggal kadaluwarsa.

21. Makanan/minuman apapun yang untuk pertama kali diberikan starts low go slow

22. Beri air jeruk kepada bayi setiap kali selesai mengkonsumsi MT untuk cegah timbulnya anemia kurang zat besi [ADB (anemia defisiensi besi)].

23. Hindari minum teh setelah mendapat MT..

24. Bayi tidak boleh menderita ADB. ADB akan menghambat kemampuan otaknya. Tidak boleh pula kekurangan zat kapur untuk pembentukan tulang dan gigi.

25. Sampai umur 6 bulan biasanya bayi sudah bisa menerima 3 X 1 porsi sehari

26. Air buah / pisang ambon bisa diberikan, secara bertahap juga.

27. Mengapa harus diberikan bertahap? Usus (alat cerna) bayi belumlah seperti anak besar yang sudah lebih berpengalaman menerima berbagai macam makanan.

28. Setelah umur 6 bulan bisa dicoba dengan tim saring. Biasanya bayi mau menerima yang halus saring. Selanjutnya bisa dicoba tanpa disaring.

29. Tim (saring) : bikin bubur nasi + rajangan daun bayam dan wortel + parutan hati ayam / sapi / tempe lumat + garam secukupnya dimasak sampai wortel dan daun bayam menjadi lunak sekali. Bila diinginkan bisa ditambah bawang putih. Cara tsb. adalah kuno. Sekarang ada blender.

30. Makanan minuman pendamping bisa diberikan diantara makan besar sebagai selingan berupa biskwit, air buah, dll.

31. Jangan memberikan makan besar berdekatan dengan minum susu atau sebalik-nya. Bayi mungkin tidak mau karena sudah kenyang. Bila dipaksakan bisa muntah. Sayang kalu sampai muntah.

32. Setelah umur 6 bulan bisa dicoba diberi kuning telur, starts low go slow

33. Pada umur 8-12 bulan bisa dicoba dengan bubur nasi (BBN).

34. Lauk pauk banyak pilihan. Bisa daging giling hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, ikan, tempe/tahu lumat, daging giling ayam/unggas lain, telur. Bisa diberikan dalam bentuk sup atau bistik atau oseng-oseng tanpa cabai. Ibu harus pandai-pandai bikin masakan sesuai selera bayi. Biasakan makan sayuran sehingga ibu dikemudian hari tidak mengeluh putranya tidak suka sayur seperti yang dikeluhkan oleh banyak ibu-ibu.

35. Minum susu (ASI/SF) tetap diberikan.

36. Waspadai terhadap kegemukan (BB lebih dari 120%) atau kekurusan! ( BB kurang dari 90% ). Penulis bukanlah melarang kegemukan > 120%.