Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi dan Tumbuh Kembang Anak.
Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan
Sebagai materi penyuluhan.
Masa bayi awal: 0 – 12 bulan (0 - 1 tahun)
0. Sebaiknya diberi ASI (Air Susu Ibu).
1. ASI adalah makanan dan minuman paaaling baik untuk bayi.
2. Manfaat ASI
Buat si bayi:
- Mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi u/ tumbuh kembang (TK)nya
- Zat gizi u/ TK otaknya ada semuanya dalam ASI.
- Selalu bersih.
- Mencegah mencret. Karena mendapat susu jolong (kolostrum). Karena itu susukan segera setelah lahir dan dibersihkan (30 – 60 menit setelah lahir).
- Bayi merasakan tenang dalam kehangatan dekapan ibu.
Buat si ibu:
- Praktis. Bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu membersihkan / menyiapkan alat-alat u/ membuat susu botol. Tidak perlu memasak air.
- Ekonomis. Ibu tidak perlu mengeluarkan uang u/ membeli susu formula (SF) yang harganya makin melambung. Biaya u/ “memproduksi” ASI jauh lebih kecil dari pada u/ membeli SF.
- Menjadikan si ibu makin sayang kepada bayinya.
- Menyusukan bayi segera setelah lahir akan mencegah perdarahan.
4. Bayi segera susukan setelah lahir dan dibersihkan, agar bayi mendapatkan susu jolong (kolostrum) yang sangat bermanfaat untuk mencegah bayi mencret.
4. Susu jolong adalah ASI yang keluar dalam beberapa hari pertama.
5. Beri ASI saja (eksklusif) sampai umur 4-6 bulan
6. Berikan ASI minimal 6 bulan (sangat dianjurkan). Dianjurkan sampai bayi umur 12 bulan. Setelah itu terserah ibu. Bila saja ibu masih mampu memberikan ASI dan masih menginginkan dan enjoy, teruskan saja sampai bayi umur 24 bulan.
7. Susu botol bisa diberikan bila terpaksa sekali ibu tidak mampu memberikan ASI atau jumlah ASI sangat kurang. Atau ibu terpaksa meninggalkan bayi untuk bekerja. Bila di tempat ibu bekerja ada tempat penitipan bayi, bayi bisa dibawa dan dititipkan dan memberikan ASI pada waktunya. Tetapi sangat riskan (risiko).
8. Bila terpaksa bayi minum susu botol harus hati-hati dalam mempersiapkan susu botol. Jaga kebersihannya. Pada permulaan berikan sedikit demi sedikit dan di-tambah secara bertahap.
9. Timbang berat badan (BB) setiap bulan agar ibu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tambah umur harus tambah BB.
10. Bila BB terlihat tidak naik tambahkan SF yang tehnisnya seperti no.8.
11. Sejak lahir sampai dengan umur 3 tahun adalah masa “emas”. Karena masa pertumbuhan otak. Memerlukan asupan gizi seimbang dan baik. Semua zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan otaknya ada di dalam ASI. Air Susu Ibu akan sangat mendukung perkembangan otak bayi.
12. Umur 4-5 bulan BB ± 6 kg. Pada umur 1 tahun 9-10 kg.
13. Bila sudah ada tanda-tanda BB naik lamban à tanda ASI tidak cukup memberi pertumbuhan dengan baik à beri makanan tambahan (MT).
14. Biasanya setelah BB bayi sudah mencapai 5 kg, (± umur 4 balan) ASI saja sudah tidak mencukupi untuk tumbuh kembang (TK) bayi. Sedang bayi akan tumbuh terus. Tidak sedikit ibu yang mampu memberikan ASI saja sampai 6 bulan.,bahkan lebih.
15. Mengapa ASI tidak lagi mencukupi setelah bayi umur 4 bulan dengan BB 5 kg? Secara teoritis: seorang ibu bisa memproduksi ASI sebanyak ± 850 mL per hari. Kandungan energi (E) tiap 100 mL ASI adalah ± 65 kkal yang berarti dalam 850 mL ASI terkandung E sebesar 65 X 8.5 = ± 550 kkal. Kebutuhan E untuk bayi adalah 110 kkal/kg.BB. Berarti juga 550 kkal hanya cukup untuk BB 5 kg. Bahkan banyak bayi umur 4 bulan mempunyai BB lebih dari 5 kg. Kenyataannya banyak ibu yang memberikan SF sebelum bayi umur 4 bulan.
16. Upaya memperbanyak dan memperlancar keluarnya ASI, ikutilah saran berikut:
- Bayi sering disusukan dengan penuh kasih sayang.
- Ibu tidak boleh stress (susah / cemas / takut, dsb). Harus gembira.
- Makanan ibu harus dijaga. Banyak makan, sebutir telur dan 3 potong tempe kedelai, tiap hari. Bila bosan bisa diseling daging hewan kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lain/ikan/tahu. Makan sayuran & buah
- Tak kalah pentingnya adalah dukungan suami. Suami harus tahu diri, ya. Membantu sang isteri merawat bayi, dengan tulus hati, tidak nggrundel (ngedumel). Hal ini akan saaangat membantu kelancaran keluarnya ASI.
17. MT bisa berupa susu formula (SF) atau bubur saring (BBS) / bubur susu (BBSS).
18. BBSS lebih baik dari pada BBS.
19. Cara membuat BBS: satu sendok makan (sdm) tepung beras atau tepung maizena + gula (pasir/jawa) + air secukupnya dimasak. Berikan dalam keadaan hangat-hangat. Tehnis memberikannya : berikan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan ditambah bertahap (starts low go slow). Maksudnya : pertama kali suapkan 1-2 sendok teh (sdt) saja, 3X sehari. Bila tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya mencret, muntah atau rewel à hari berikutnya berikan 3 X 3-4 sdt. Seterusnya ditambah bertahap sampai bayi bisa menerima 1 porsi sekali makan. Demikian juga bila memulai dengan SF (susu botol). Starts low go slow.
20. Cara membuat BBSS: sama seperti membuat BBS. Hanya ditambahkan SF. Dipasaran banyak beredar BBSS instan. Perhatikan tanggal kadaluwarsa.
21. Makanan/minuman apapun yang untuk pertama kali diberikan starts low go slow
22. Beri air jeruk kepada bayi setiap kali selesai mengkonsumsi MT untuk cegah timbulnya anemia kurang zat besi [ADB (anemia defisiensi besi)].
23. Hindari minum teh setelah mendapat MT..
24. Bayi tidak boleh menderita ADB. ADB akan menghambat kemampuan otaknya. Tidak boleh pula kekurangan zat kapur untuk pembentukan tulang dan gigi.
25. Sampai umur 6 bulan biasanya bayi sudah bisa menerima 3 X 1 porsi sehari
26. Air buah / pisang ambon bisa diberikan, secara bertahap juga.
27. Mengapa harus diberikan bertahap? Usus (alat cerna) bayi belumlah seperti anak besar yang sudah lebih berpengalaman menerima berbagai macam makanan.
28. Setelah umur 6 bulan bisa dicoba dengan tim saring. Biasanya bayi mau menerima yang halus saring. Selanjutnya bisa dicoba tanpa disaring.
29. Tim (saring) : bikin bubur nasi + rajangan daun bayam dan wortel + parutan hati ayam / sapi / tempe lumat + garam secukupnya dimasak sampai wortel dan daun bayam menjadi lunak sekali. Bila diinginkan bisa ditambah bawang putih. Cara tsb. adalah kuno. Sekarang ada blender.
30. Makanan minuman pendamping bisa diberikan diantara makan besar sebagai selingan berupa biskwit, air buah, dll.
31. Jangan memberikan makan besar berdekatan dengan minum susu atau sebalik-nya. Bayi mungkin tidak mau karena sudah kenyang. Bila dipaksakan bisa muntah. Sayang kalu sampai muntah.
32. Setelah umur 6 bulan bisa dicoba diberi kuning telur, starts low go slow
33. Pada umur 8-12 bulan bisa dicoba dengan bubur nasi (BBN).
34. Lauk pauk banyak pilihan. Bisa daging giling hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, ikan, tempe/tahu lumat, daging giling ayam/unggas lain, telur. Bisa diberikan dalam bentuk sup atau bistik atau oseng-oseng tanpa cabai. Ibu harus pandai-pandai bikin masakan sesuai selera bayi. Biasakan makan sayuran sehingga ibu dikemudian hari tidak mengeluh putranya tidak suka sayur seperti yang dikeluhkan oleh banyak ibu-ibu.
35. Minum susu (ASI/SF) tetap diberikan.
36. Waspadai terhadap kegemukan (BB lebih dari 120%) atau kekurusan! ( BB kurang dari 90% ). Penulis bukanlah melarang kegemukan > 120%.
No comments:
Post a Comment