Thursday, October 30, 2008

Tips 3 : Balita (Anak Usia 3-5)

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.


Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang memiliki putra usia 3-5 tahun

Sebagai bahan penyuluhan.

  1. sudah mulai lebih banyak melakukan aktifitas fisik(AF) (lari-lari kesana kemari)
  2. Makin banyak berAF harus makin banyak mengasup makanan
  3. Kecukupan asupan makanan bisa dilihat dari kenaikan BBnya.
  4. Yang penting: “harus mengasup makanan yang seimbang”. Yaitu makanan yang mengandung energi(E), protein(P), vitamin(vit) dan mineral(min) dalam jumlah cukup sesuai umur, berat badan (BB) dan AFnya.
  5. Timbang BBnya setiap bulan. Bila BB bertambah à bagus. Bila tidak bertambah/ bahkan menurun maka si ibu harus memberi lebih banyak perhatian kepadanya. Dicari penyebabnya. Penyebabnya bisa karena:
    1. jumlah makanan yang diasup memang kurang cukup.
    2. jumlah makanan yang diasup sebetulnya cukup sesuai dengan umur dan BBnya. Tetapi mungkin AFnya bertambah. Sehingga porsi E yang seharusnya digunakan untuk membantu proses pertumbuhannya, tapi digunakan sebagian untuk AFnya. Kadang seluruh porsi E untuk pertumbuhannya digunakan untuk AFnya yang berlebihan. Bila AFnya sangat berlebihan maka penurunan BB pun terjadi. Terlebih bila asupan makanannya kurang.
    3. Anak sulit makan à baca hal “Anak sulit makan” di bagian lain.
  6. Makanan yang menghasilkan E disebut makanan energik. Lihat sumber E dibawah.
  7. Lauk pauk bisa daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/ unggas lainnya, ikan, tempe, tahu, telur sebagai sumber protein. Dimasak yang enak sesuai selera anak.
  8. Dianjurkan setiap hari mengkonsumsi sebutir telur ayam kampung (bila saja tidak ada alergi telur). Ditambah minum susu 2 gelas sehari, pagi dan sore. Bila alergi telur bisa alternatif lain.
  9. Pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan diit bayi. Berbeda dalam jumlah, macamnya dan bentuknya (konsistensinya).
  10. Sumber E : sebagai makanan pokoknya bisa nasi beras/nasi jagung, roti, mie, kentang, ubi singkong, ubi ketela rambat. Sebagai makanan pokok.
  11. Sumber protein : daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya, tempe kedelai, ikan laut/air tawar, telur, susu.
  12. Dianjurkan mengkonsumsi telur ayam kampung minimal sebutir dan 2 gelas susu setiap hari agar menjadi anak/orang cerdas dan pintar dikemudian hari.
  13. Biasakan mengkonsumsi sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral
  14. Timbang BBnya setiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan anak.
  15. Makin tambah umur harus makin tambah BB. Asal tidak berlebihan.
  16. Waspada terhadap tanda kegemukan. Anak kegemukan akan banyak menemui masalah/risiko. Indikatornya : BB tidak lebih dari 120% dari BB standard. Misalkan, pada anak umur 5 tahun BB standard/normal adalah 18 kg, 120% nya = 18 + 3.6 = 21.6 kg. Tentu saja tidak harus tepat 21.6 kg. Pakailah sebagai patokan 22 kg. Tidak ada larangan anak umur 5 tahun dengan BB lebih besar dari 22 kg Pengalaman penulis, untuk menurunkan BB anak balita yang terlanjur kege-mukan, agak kesulitan. Meskipun ada beberapa yang berhasil karena anak bisa menerima motivasi dan kooperatif atau dengan cara khusus.
  17. Bila keadaan anak balita kurus à tambah frekuensi makan-nya. Waspadai bila BB kurang dari 90% standard. Yang biasanya 3 X sehari menjadi 4-5X. Ibu harus lebih banyak memberi perhatian kepada putra-putri ibu.
  18. Umur 2 th. ± 12 kg. Umur 3 th. ± 14 kg. Umur 4 th. ± 16 kg. Umur 5 th. ± 18 kg. Setiap tahunnya BB bertambah dengan 2 kg sampai umur 8 tahun. Lihat tabel.
  19. Kadang dijumpai seorang anak dengan BB sesuai umurnya. Tetapi terlihat kurus. Nggak usah khawatir. Sebab tinggi badan(TB)nya lebih tinggi menurut umurnya. Atau sebaliknya, BB sesuai umur tapi terlihat pendek dan gemuk. Ini disebabkan karena TBnya lebih rendah menurut umurnya. Mungkin ada faktor keturunan.
  20. Bila ibu menemui masalah putra ibu sulit makan à baca TIPS ANAK SULIT MAKAN.

No comments: