Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.
Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang mepunyai bayi umur 1-2 tahun.
Sebagai bahan penyuluhan.
- Disebut juga bayi lanjut, 12 – 24 bulan.
- Bila ibu masih senang / enjoy menyusui, lanjutkan saja sampai umur 2 tahun.
- Bila sudah mendapatkan/diberi susu formula (SF), lanjutkan dengan jumlah yang makin bertambah sesuai umur dan kemampuan anak menerima SF.
- Dibiasakan mengkonsumsi sayuran dan buah. Supaya ibu tidak mengeluh dikemudian hari mengapa susah/tidak suka makan sayur. Ibu harus memperhati-kan selera anak terhadap rasa masakan sayuran.
- Sesudah makan/minum susu, beri air jeruk. Jangan diberi minum teh.
- Makin tambah umur harus makin tambah berat badan (BB)
- Umur 1 tahun 9 – 10 kg. Umur 2 tahun ± 12 kg.
- Dalam prinsipnya tidak banyak berbeda dengan makanan & minuman bayi awal.
- Berbeda dalam jumlah dan macam/bentuk/konsistensinya
- Semua individu mulai dari bayi sampai malansia (manusia lanjut usia) harus mengkonsumsi gizi/makanan seimbang. Artinya harus mengkonsumsi energi (E), protein (P), vitamin (vit), mineral (min) dan air dalam jumlah yang cukup sesuai umur, berat badan (BB) dan aktifitas fisik(AF)nya
- Anak adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang (TK). Ia harus mendapat asupan E, P dalam jumlah yang relatif lebih besar dari pada kebutuhan orang dewasa. Artinya kebutuhan E anak umur 1 tahun adalah ± 100 Kalori/kgBB/hari. Sedang pada orang dewasa antara 30-40 Kalori/kgBB/hari. Tetapi kebutuhan absolutnya tentu saja lebih besar pada orang dewasa karena mempunyai BB yang lebih berat daripada bayi..
- Ibu tidak perlu pusing-pusing menghitung kebutuhan E anak. Timbang saja BBnya. Bila BBnya bertambah berarti cukup mendapat E. Bila BBnya tidak bertambah berarti kurang mendapat E. Porsi makanannya harus ditambah.
Kecukupan protein? Beri saja minimal sebutir telur ayam kampong sehari dan minimal 2 gela susu sehari. Lebih juga boleh asal tidak berlebihan. - E akan memberi pengaruh terhadap BB. Sedang P memberi pengaruh terhadap panjang (PB)/tinggi badan (TB). Sedang Vit-Min, pengaruhnya terhadap proses pertumbuhannya. Kekurangan Vit-Min akan menghambat proses TK anak.
- Bila ibu ingin menambah BB putra ibu, ya kebutuhan E dan P harus tercukupi.
- Bila ibu ingin pertumbuhan TB baik sesuai umur à asupan protein harus tercukupi sesuai umurnya. Sumber protein: daging hewani berkaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya , tempe/tahu, telur, susu, ikan.
- Bila anak menjadi kurus karena sulit makan, adalah tanggungjawab orangtuanya (ortu) atau pengasuhnya. Cari penyebabnya (baca TIPS “sulit makan pada anak”). Cari selera anak dan cobalah dengan sabar (tlaten) menyuapkan makanan. Anak belumlah mengerti (belum mempunyai pengalaman). Yang harus mengerti adalah ortu (ibu)/pengasuhnya. Ya, toh. Kecuali bila menderita penyakit tertentu. Coba saja diberi dahulu vit-min. Mungkin putra ibu kekurangan viy-min.
- Jangan melihat mau atau sulit makan. Tetapi perhatikan BBnya, naik atau tidak
- Kelihatannya sulit makan. Bila BBnya naik à tidak masalah.
- Anak kurus frekuensi makanmya harus ditambah. Yang tadinya makan 3X sehari, menjadi 4-5X sehari hingga BBnya bertambah. Ibu harus tlaten menyuap dan jangan mengeluh. Satu butir telur ayam kampung (bila tidak allergi) dan 2 gelas susu setiap hari. Timbang BB anak setiap bulan.
- Makanan pokok tidak harus nasi. Bisa roti, kentang, singkong, dsb. Minuman susu tetap diberikan.
No comments:
Post a Comment