Thursday, October 30, 2008

Tips 4 : Anak Usia Sekolah

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.


Petunjuk praktis tentang gizi buat ibu-ibu yang memiliki putra-putri usia sekolah (US)

Sebagai bahan penyuluhan.

Hal-hal penting yang perlu mendapat perhatian dari orantua (ortu) anak.

  1. Agar tidak memiliki postur PENDEK dikemudian hari, ikuti saran dibawah ini:

Berikan kesempatan lebih banyak makan pada umur-umur:

- 10 – 12 tahun untuk anak perempuan à masa tumbuh cepat (MTC)

- 12 – 14 tahun untuk anak laki-laki à MTC

  1. Perlu disosialisasikan secara luas (KAMPANYE MTC) kepada masyarakat agar bangsa Indonesia punya postur badan yang lebih tinggi daripada sekarang (2008). Sehingga athleet kita mempunyai daya saing lebih baik dalam event olah raga.
  2. Setelah umur 20 tahun, MTC tidak datang lagi.
  3. anak usia sekolah, 6-20 tahun adalah masa anak bertumbuh dan berkembang.
  4. Anak US lebih banyak lagi melakukan aktifitas fisik (AF) & mental (bermain, olah raga, belajar, dll.) akan memerlukan makanan yang mengandung lebih banyak E, P, Vit-Min dan seimbang. Artinya harus mengkonsumsi makanan yang mengandung E, P, Vit-Min dalam jumlah yang cukup sesuai umur, BB dan AFnya untuk menunjang tumbuh kembang (TK)nya.
  5. Pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan makanan/diit anak bawah lima tahun (balita). Berbeda dalam jumlah, ragam makanan dan bentuknya/ konsistensinya.
  6. Masa usia 10-12 tahun bagi anak perempuan adalah Masa Tumbuh Cepat (MTC). Harus mengasup lebih banyak makanan dari biasanya. MTC pada anak laki-laki terjadi pada usia 12 – 14 tahun.
  7. Jangan disia-siakan masa tsb. kalau tidak ingin postur pendek. Ortu harus tanggap. Pada usia tsb. ortu harus memberi kesempatan kepada putra-putrinya untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan seimbang.
  8. Bila saja semua ortu tanggap, orang Indonesia dikemudian hari akan memiliki TB (posture) lebih tinggi daripada sekarang (2008) dan akan bersaing dalam mencapai prestasi olah raga.
  9. Pada MTC harus banyak makan, terutama asupan P dan E.
  10. Asupan zat gizi protein mempengaruhi TB seseorang. Asupan E terhadap BB. Keduanya harus seimbang. Tidak bisa salah satu saja yang tercukupi.
  11. jangan dibiarkan lupa makan karena asyik bermain/terutama olah raga yang mem-butuhkan banyak E. Sering terjadi pada anak US.
  12. Beri pengertian (motivasi) dgn kasih sayang tentang pentingnya makanan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Bila ingin cepat menjadi besar harus banyak makan. Tidak dibentak untuk makan.
  13. Sebelum berangkat sekolah harus makan dan minum satu gelas susu/sebutir telur ayam kampung.
  14. Bila sekolah berakhir jam 13.00 bekali saja roti untuk dimakan pada jam 11.00.
  15. Timbang berat badan (BB)nya tiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan anak.
  16. Usia (6 thn ± 20 kg.), (7 thn ± 22 kg.), (8 thn ± 25 kg.), (9 th. ± 28 kg.), (10 th. ± 31 kg.), (11 th ± 35 kg), (12 th ± 40 kg), (13 th ± 45 kg), (14 th ± 50 kg), (15 th ± 56 kg u/ laki-laki dan ± 53 kg u/ perempuan), (16 th ± 62 kg u/ laki-laki dan ± 56 kg u/ perempuan), (17 th ± 66 kg u/ laki-laki dan ± 56 kg u/ perempuan), (18 th ± 68 kg u/ laki-laki dan ± 56 kg u/ perempuan).
  17. BB tsb hanya sebagai patokan saja. Sumber WHO-NCHS 1983.
  18. Dianjurkan makan sebutir telur kampung tiap hari (bila tidak allergi) dan minum satu gelas susu, pagi dan sore. Lebih juga boleh asal tidak berlebihan.
  19. Jangan dilihat dari mau atau tidak mau/sulit makan. Tetapi timbang BBnya. Naik / tidak? Bila naik ya tak ada masalah. Bila tidak naik, ya memang betul sulit makan Bila sulit makan à lihat TIPS SULIT MAKAN.
  20. Sumber E : nasi beras, nasi jagung, roti tawar, singkong, ketela rambat, sagu, mana yang disukai sebagai makanan pokok. Makanan pokok tidak harus nasi.
  21. Sumber P : daging binatang kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya, tempe/tahu, telur, susu, dll. Mana yang disukai sesuaikan dengan selera anak.
  22. Harus selalu mendapat diit seimbang (diit yang mengandung E, P, Vitamin (vit) dan mineral(min) dalam jumlah yang cukup sesuai umur, berat BB dan AFnya. Arti diit = makanan = gizi.
  23. Sumber vit-min adalah sayuran dan buah. Vit-min berfungsi memacu proses pertumbuhan dan belajar. Kekurangan vit-min tubuh akan lesu, mudah lelah, malas. Manusia membutuhkan vit-min. sepanjang hidupnya.
  24. Termasuk mineral adalah:
    1. zat kapur penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi
    2. zat besi agar tidak menderita kurang darah (anemia). Anemia menyebabkan anak lesu, kurang bergairah, kurang konsentrasi belajar, jantung berdebar-debar, dsb. Ada jenis anemi lain yang bukan karena kekurangan zat besi.
    3. Zat yodium yang saaangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
    4. Zat fluor untuk menjaga gigi tidak mudah kropos dan kekuatan tulang.
    5. Masih banyak lagi jenis mineral lain yang diperlukan untuk menunjang proses pertumbuhan anak.
  25. umumnya masyarakat hanya mengenal vitamin saja. Vitamin dan mineral sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan anak.
  26. Faktor Gizi bukanlah satu-satunya yang bisa membuat keadaan sehat. Faktor lingkungan, pola makan dan pola makanan, kebiasaan, gaya hidup, dsb. juga mempunyai andil pengaruh terhadap kesehatan.

Tips 3 : Balita (Anak Usia 3-5)

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.


Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang memiliki putra usia 3-5 tahun

Sebagai bahan penyuluhan.

  1. sudah mulai lebih banyak melakukan aktifitas fisik(AF) (lari-lari kesana kemari)
  2. Makin banyak berAF harus makin banyak mengasup makanan
  3. Kecukupan asupan makanan bisa dilihat dari kenaikan BBnya.
  4. Yang penting: “harus mengasup makanan yang seimbang”. Yaitu makanan yang mengandung energi(E), protein(P), vitamin(vit) dan mineral(min) dalam jumlah cukup sesuai umur, berat badan (BB) dan AFnya.
  5. Timbang BBnya setiap bulan. Bila BB bertambah à bagus. Bila tidak bertambah/ bahkan menurun maka si ibu harus memberi lebih banyak perhatian kepadanya. Dicari penyebabnya. Penyebabnya bisa karena:
    1. jumlah makanan yang diasup memang kurang cukup.
    2. jumlah makanan yang diasup sebetulnya cukup sesuai dengan umur dan BBnya. Tetapi mungkin AFnya bertambah. Sehingga porsi E yang seharusnya digunakan untuk membantu proses pertumbuhannya, tapi digunakan sebagian untuk AFnya. Kadang seluruh porsi E untuk pertumbuhannya digunakan untuk AFnya yang berlebihan. Bila AFnya sangat berlebihan maka penurunan BB pun terjadi. Terlebih bila asupan makanannya kurang.
    3. Anak sulit makan à baca hal “Anak sulit makan” di bagian lain.
  6. Makanan yang menghasilkan E disebut makanan energik. Lihat sumber E dibawah.
  7. Lauk pauk bisa daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/ unggas lainnya, ikan, tempe, tahu, telur sebagai sumber protein. Dimasak yang enak sesuai selera anak.
  8. Dianjurkan setiap hari mengkonsumsi sebutir telur ayam kampung (bila saja tidak ada alergi telur). Ditambah minum susu 2 gelas sehari, pagi dan sore. Bila alergi telur bisa alternatif lain.
  9. Pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan diit bayi. Berbeda dalam jumlah, macamnya dan bentuknya (konsistensinya).
  10. Sumber E : sebagai makanan pokoknya bisa nasi beras/nasi jagung, roti, mie, kentang, ubi singkong, ubi ketela rambat. Sebagai makanan pokok.
  11. Sumber protein : daging hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya, tempe kedelai, ikan laut/air tawar, telur, susu.
  12. Dianjurkan mengkonsumsi telur ayam kampung minimal sebutir dan 2 gelas susu setiap hari agar menjadi anak/orang cerdas dan pintar dikemudian hari.
  13. Biasakan mengkonsumsi sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral
  14. Timbang BBnya setiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan anak.
  15. Makin tambah umur harus makin tambah BB. Asal tidak berlebihan.
  16. Waspada terhadap tanda kegemukan. Anak kegemukan akan banyak menemui masalah/risiko. Indikatornya : BB tidak lebih dari 120% dari BB standard. Misalkan, pada anak umur 5 tahun BB standard/normal adalah 18 kg, 120% nya = 18 + 3.6 = 21.6 kg. Tentu saja tidak harus tepat 21.6 kg. Pakailah sebagai patokan 22 kg. Tidak ada larangan anak umur 5 tahun dengan BB lebih besar dari 22 kg Pengalaman penulis, untuk menurunkan BB anak balita yang terlanjur kege-mukan, agak kesulitan. Meskipun ada beberapa yang berhasil karena anak bisa menerima motivasi dan kooperatif atau dengan cara khusus.
  17. Bila keadaan anak balita kurus à tambah frekuensi makan-nya. Waspadai bila BB kurang dari 90% standard. Yang biasanya 3 X sehari menjadi 4-5X. Ibu harus lebih banyak memberi perhatian kepada putra-putri ibu.
  18. Umur 2 th. ± 12 kg. Umur 3 th. ± 14 kg. Umur 4 th. ± 16 kg. Umur 5 th. ± 18 kg. Setiap tahunnya BB bertambah dengan 2 kg sampai umur 8 tahun. Lihat tabel.
  19. Kadang dijumpai seorang anak dengan BB sesuai umurnya. Tetapi terlihat kurus. Nggak usah khawatir. Sebab tinggi badan(TB)nya lebih tinggi menurut umurnya. Atau sebaliknya, BB sesuai umur tapi terlihat pendek dan gemuk. Ini disebabkan karena TBnya lebih rendah menurut umurnya. Mungkin ada faktor keturunan.
  20. Bila ibu menemui masalah putra ibu sulit makan à baca TIPS ANAK SULIT MAKAN.

Friday, October 24, 2008

Tips 2 : Bayi Usia 1-2 Tahun

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.

Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang mepunyai bayi umur 1-2 tahun.
Sebagai bahan penyuluhan.

  • Disebut juga bayi lanjut, 12 – 24 bulan.
  • Bila ibu masih senang / enjoy menyusui, lanjutkan saja sampai umur 2 tahun.
  • Bila sudah mendapatkan/diberi susu formula (SF), lanjutkan dengan jumlah yang makin bertambah sesuai umur dan kemampuan anak menerima SF.
  • Dibiasakan mengkonsumsi sayuran dan buah. Supaya ibu tidak mengeluh dikemudian hari mengapa susah/tidak suka makan sayur. Ibu harus memperhati-kan selera anak terhadap rasa masakan sayuran.
  • Sesudah makan/minum susu, beri air jeruk. Jangan diberi minum teh.
  • Makin tambah umur harus makin tambah berat badan (BB)
  • Umur 1 tahun 9 – 10 kg. Umur 2 tahun ± 12 kg.
  • Dalam prinsipnya tidak banyak berbeda dengan makanan & minuman bayi awal.
  • Berbeda dalam jumlah dan macam/bentuk/konsistensinya
  • Semua individu mulai dari bayi sampai malansia (manusia lanjut usia) harus mengkonsumsi gizi/makanan seimbang. Artinya harus mengkonsumsi energi (E), protein (P), vitamin (vit), mineral (min) dan air dalam jumlah yang cukup sesuai umur, berat badan (BB) dan aktifitas fisik(AF)nya
  • Anak adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang (TK). Ia harus mendapat asupan E, P dalam jumlah yang relatif lebih besar dari pada kebutuhan orang dewasa. Artinya kebutuhan E anak umur 1 tahun adalah ± 100 Kalori/kgBB/hari. Sedang pada orang dewasa antara 30-40 Kalori/kgBB/hari. Tetapi kebutuhan absolutnya tentu saja lebih besar pada orang dewasa karena mempunyai BB yang lebih berat daripada bayi..
  • Ibu tidak perlu pusing-pusing menghitung kebutuhan E anak. Timbang saja BBnya. Bila BBnya bertambah berarti cukup mendapat E. Bila BBnya tidak bertambah berarti kurang mendapat E. Porsi makanannya harus ditambah.
    Kecukupan protein? Beri saja minimal sebutir telur ayam kampong sehari dan minimal 2 gela susu sehari. Lebih juga boleh asal tidak berlebihan.
  • E akan memberi pengaruh terhadap BB. Sedang P memberi pengaruh terhadap panjang (PB)/tinggi badan (TB). Sedang Vit-Min, pengaruhnya terhadap proses pertumbuhannya. Kekurangan Vit-Min akan menghambat proses TK anak.
  • Bila ibu ingin menambah BB putra ibu, ya kebutuhan E dan P harus tercukupi.
  • Bila ibu ingin pertumbuhan TB baik sesuai umur à asupan protein harus tercukupi sesuai umurnya. Sumber protein: daging hewani berkaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lainnya , tempe/tahu, telur, susu, ikan.
  • Bila anak menjadi kurus karena sulit makan, adalah tanggungjawab orangtuanya (ortu) atau pengasuhnya. Cari penyebabnya (baca TIPS “sulit makan pada anak”). Cari selera anak dan cobalah dengan sabar (tlaten) menyuapkan makanan. Anak belumlah mengerti (belum mempunyai pengalaman). Yang harus mengerti adalah ortu (ibu)/pengasuhnya. Ya, toh. Kecuali bila menderita penyakit tertentu. Coba saja diberi dahulu vit-min. Mungkin putra ibu kekurangan viy-min.
  • Jangan melihat mau atau sulit makan. Tetapi perhatikan BBnya, naik atau tidak
  • Kelihatannya sulit makan. Bila BBnya naik à tidak masalah.
  • Anak kurus frekuensi makanmya harus ditambah. Yang tadinya makan 3X sehari, menjadi 4-5X sehari hingga BBnya bertambah. Ibu harus tlaten menyuap dan jangan mengeluh. Satu butir telur ayam kampung (bila tidak allergi) dan 2 gelas susu setiap hari. Timbang BB anak setiap bulan.
  • Makanan pokok tidak harus nasi. Bisa roti, kentang, singkong, dsb. Minuman susu tetap diberikan.


Tuesday, October 21, 2008

Tips 1 : Bayi dan ASI

Oleh : Dradjat Boediman, dokter spesialis anak konsultan. Pemerhati Gizi dan Tumbuh Kembang Anak.

Petunjuk praktis tentang makanan/gizi buat ibu-ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan
Sebagai materi penyuluhan.
Masa bayi awal: 0 – 12 bulan (0 - 1 tahun)

0. Sebaiknya diberi ASI (Air Susu Ibu).

1. ASI adalah makanan dan minuman paaaling baik untuk bayi.

2. Manfaat ASI

Buat si bayi:

  • Mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi u/ tumbuh kembang (TK)nya
  • Zat gizi u/ TK otaknya ada semuanya dalam ASI.
  • Selalu bersih.
  • Mencegah mencret. Karena mendapat susu jolong (kolostrum). Karena itu susukan segera setelah lahir dan dibersihkan (30 – 60 menit setelah lahir).
  • Bayi merasakan tenang dalam kehangatan dekapan ibu.

Buat si ibu:

  • Praktis. Bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu membersihkan / menyiapkan alat-alat u/ membuat susu botol. Tidak perlu memasak air.
  • Ekonomis. Ibu tidak perlu mengeluarkan uang u/ membeli susu formula (SF) yang harganya makin melambung. Biaya u/ “memproduksi” ASI jauh lebih kecil dari pada u/ membeli SF.
  • Menjadikan si ibu makin sayang kepada bayinya.
  • Menyusukan bayi segera setelah lahir akan mencegah perdarahan.

4. Bayi segera susukan setelah lahir dan dibersihkan, agar bayi mendapatkan susu jolong (kolostrum) yang sangat bermanfaat untuk mencegah bayi mencret.

4. Susu jolong adalah ASI yang keluar dalam beberapa hari pertama.

5. Beri ASI saja (eksklusif) sampai umur 4-6 bulan

6. Berikan ASI minimal 6 bulan (sangat dianjurkan). Dianjurkan sampai bayi umur 12 bulan. Setelah itu terserah ibu. Bila saja ibu masih mampu memberikan ASI dan masih menginginkan dan enjoy, teruskan saja sampai bayi umur 24 bulan.

7. Susu botol bisa diberikan bila terpaksa sekali ibu tidak mampu memberikan ASI atau jumlah ASI sangat kurang. Atau ibu terpaksa meninggalkan bayi untuk bekerja. Bila di tempat ibu bekerja ada tempat penitipan bayi, bayi bisa dibawa dan dititipkan dan memberikan ASI pada waktunya. Tetapi sangat riskan (risiko).

8. Bila terpaksa bayi minum susu botol harus hati-hati dalam mempersiapkan susu botol. Jaga kebersihannya. Pada permulaan berikan sedikit demi sedikit dan di-tambah secara bertahap.

9. Timbang berat badan (BB) setiap bulan agar ibu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tambah umur harus tambah BB.

10. Bila BB terlihat tidak naik tambahkan SF yang tehnisnya seperti no.8.

11. Sejak lahir sampai dengan umur 3 tahun adalah masa “emas”. Karena masa pertumbuhan otak. Memerlukan asupan gizi seimbang dan baik. Semua zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan otaknya ada di dalam ASI. Air Susu Ibu akan sangat mendukung perkembangan otak bayi.

12. Umur 4-5 bulan BB ± 6 kg. Pada umur 1 tahun 9-10 kg.

13. Bila sudah ada tanda-tanda BB naik lamban à tanda ASI tidak cukup memberi pertumbuhan dengan baik à beri makanan tambahan (MT).

14. Biasanya setelah BB bayi sudah mencapai 5 kg, (± umur 4 balan) ASI saja sudah tidak mencukupi untuk tumbuh kembang (TK) bayi. Sedang bayi akan tumbuh terus. Tidak sedikit ibu yang mampu memberikan ASI saja sampai 6 bulan.,bahkan lebih.

15. Mengapa ASI tidak lagi mencukupi setelah bayi umur 4 bulan dengan BB 5 kg? Secara teoritis: seorang ibu bisa memproduksi ASI sebanyak ± 850 mL per hari. Kandungan energi (E) tiap 100 mL ASI adalah ± 65 kkal yang berarti dalam 850 mL ASI terkandung E sebesar 65 X 8.5 = ± 550 kkal. Kebutuhan E untuk bayi adalah 110 kkal/kg.BB. Berarti juga 550 kkal hanya cukup untuk BB 5 kg. Bahkan banyak bayi umur 4 bulan mempunyai BB lebih dari 5 kg. Kenyataannya banyak ibu yang memberikan SF sebelum bayi umur 4 bulan.

16. Upaya memperbanyak dan memperlancar keluarnya ASI, ikutilah saran berikut:

  • Bayi sering disusukan dengan penuh kasih sayang.
  • Ibu tidak boleh stress (susah / cemas / takut, dsb). Harus gembira.
  • Makanan ibu harus dijaga. Banyak makan, sebutir telur dan 3 potong tempe kedelai, tiap hari. Bila bosan bisa diseling daging hewan kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, daging ayam/unggas lain/ikan/tahu. Makan sayuran & buah
  • Tak kalah pentingnya adalah dukungan suami. Suami harus tahu diri, ya. Membantu sang isteri merawat bayi, dengan tulus hati, tidak nggrundel (ngedumel). Hal ini akan saaangat membantu kelancaran keluarnya ASI.

17. MT bisa berupa susu formula (SF) atau bubur saring (BBS) / bubur susu (BBSS).

18. BBSS lebih baik dari pada BBS.

19. Cara membuat BBS: satu sendok makan (sdm) tepung beras atau tepung maizena + gula (pasir/jawa) + air secukupnya dimasak. Berikan dalam keadaan hangat-hangat. Tehnis memberikannya : berikan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan ditambah bertahap (starts low go slow). Maksudnya : pertama kali suapkan 1-2 sendok teh (sdt) saja, 3X sehari. Bila tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya mencret, muntah atau rewel à hari berikutnya berikan 3 X 3-4 sdt. Seterusnya ditambah bertahap sampai bayi bisa menerima 1 porsi sekali makan. Demikian juga bila memulai dengan SF (susu botol). Starts low go slow.

20. Cara membuat BBSS: sama seperti membuat BBS. Hanya ditambahkan SF. Dipasaran banyak beredar BBSS instan. Perhatikan tanggal kadaluwarsa.

21. Makanan/minuman apapun yang untuk pertama kali diberikan starts low go slow

22. Beri air jeruk kepada bayi setiap kali selesai mengkonsumsi MT untuk cegah timbulnya anemia kurang zat besi [ADB (anemia defisiensi besi)].

23. Hindari minum teh setelah mendapat MT..

24. Bayi tidak boleh menderita ADB. ADB akan menghambat kemampuan otaknya. Tidak boleh pula kekurangan zat kapur untuk pembentukan tulang dan gigi.

25. Sampai umur 6 bulan biasanya bayi sudah bisa menerima 3 X 1 porsi sehari

26. Air buah / pisang ambon bisa diberikan, secara bertahap juga.

27. Mengapa harus diberikan bertahap? Usus (alat cerna) bayi belumlah seperti anak besar yang sudah lebih berpengalaman menerima berbagai macam makanan.

28. Setelah umur 6 bulan bisa dicoba dengan tim saring. Biasanya bayi mau menerima yang halus saring. Selanjutnya bisa dicoba tanpa disaring.

29. Tim (saring) : bikin bubur nasi + rajangan daun bayam dan wortel + parutan hati ayam / sapi / tempe lumat + garam secukupnya dimasak sampai wortel dan daun bayam menjadi lunak sekali. Bila diinginkan bisa ditambah bawang putih. Cara tsb. adalah kuno. Sekarang ada blender.

30. Makanan minuman pendamping bisa diberikan diantara makan besar sebagai selingan berupa biskwit, air buah, dll.

31. Jangan memberikan makan besar berdekatan dengan minum susu atau sebalik-nya. Bayi mungkin tidak mau karena sudah kenyang. Bila dipaksakan bisa muntah. Sayang kalu sampai muntah.

32. Setelah umur 6 bulan bisa dicoba diberi kuning telur, starts low go slow

33. Pada umur 8-12 bulan bisa dicoba dengan bubur nasi (BBN).

34. Lauk pauk banyak pilihan. Bisa daging giling hewani kaki 4 yang bisa dan boleh dimakan, ikan, tempe/tahu lumat, daging giling ayam/unggas lain, telur. Bisa diberikan dalam bentuk sup atau bistik atau oseng-oseng tanpa cabai. Ibu harus pandai-pandai bikin masakan sesuai selera bayi. Biasakan makan sayuran sehingga ibu dikemudian hari tidak mengeluh putranya tidak suka sayur seperti yang dikeluhkan oleh banyak ibu-ibu.

35. Minum susu (ASI/SF) tetap diberikan.

36. Waspadai terhadap kegemukan (BB lebih dari 120%) atau kekurusan! ( BB kurang dari 90% ). Penulis bukanlah melarang kegemukan > 120%.